Dulu Sangat Eksis, Ini 5 Profesi yang Kini Kian Tergerus Zaman

 


Perkembangan zaman yang semakin pesat melahirkan beragam profesi baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Pekerjaan yang dulu dianggap tidak lazim, kini justru menjadi ladang penghasilan menjanjikan. Salah satu contohnya adalah profesi YouTuber yang berkembang seiring kemajuan teknologi digital.

Industri kreatif pun terus tumbuh dan mematahkan pandangan lama bahwa pekerjaan ideal hanya sebatas menjadi karyawan swasta atau pegawai BUMN. Di sisi lain, kemunculan berbagai peluang kerja baru turut membuat sejumlah profesi lama mulai ditinggalkan karena dianggap tidak lagi relevan dengan kebutuhan era modern. Berikut lima profesi yang kini semakin jarang ditemui.

1. Tukang Isi Ulang Korek Gas Keliling

Generasi milenial mungkin sudah jarang, bahkan belum pernah, menjumpai profesi ini. Pada awal 1990-an, korek api gas masih tergolong mahal sehingga masyarakat lebih banyak menggunakan korek api batang.

Agar lebih hemat, korek gas yang habis tidak langsung dibuang, melainkan diisi ulang oleh tukang korek gas keliling. Seiring berjalannya waktu, korek api gas semakin mudah ditemukan dengan harga yang terjangkau. Kondisi ini membuat jasa isi ulang korek gas kehilangan peminat dan perlahan ditinggalkan.

2. Pedagang Rambut Nenek Keliling

Dulu, suara khas pedagang rambut nenek kerap membuat warga bergegas keluar rumah untuk membeli camilan manis ini. Namun kini, profesi pedagang rambut nenek keliling semakin jarang ditemui.

Rambut nenek memang masih dijual, tetapi dengan kemasan yang lebih modern dan dipasarkan di swalayan, minimarket, hingga pusat perbelanjaan. Desain kemasan yang lebih menarik dan kekinian membuat harganya pun lebih tinggi dibandingkan versi jadul.

3. Penyewaan DVD

Di era digital seperti sekarang, menonton film menjadi semakin mudah berkat kehadiran berbagai aplikasi dan platform streaming resmi yang bisa diakses melalui smartphone atau perangkat lainnya.

Berbeda dengan masa lalu, menonton film mengharuskan kita datang ke tempat penyewaan DVD. Semakin banyak keping DVD yang dipinjam, semakin mahal pula biayanya. Belum lagi aturan batas waktu peminjaman dan denda keterlambatan yang harus dibayar. Meski merepotkan, pengalaman tersebut justru memberi kesan tersendiri bagi para penikmat film kala itu.

4. Tukang Patri Keliling

Demi menghemat pengeluaran, peralatan dapur seperti panci atau wajan yang rusak dulu tidak langsung dibuang. Masyarakat lebih memilih memanggil tukang patri keliling untuk memperbaikinya dengan biaya yang relatif murah, sekitar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.

Kini, keberadaan tukang patri semakin berkurang. Harga peralatan dapur baru yang semakin terjangkau membuat masyarakat lebih memilih membeli baru daripada memperbaiki yang lama.

5. Permak Jeans Keliling

Profesi tukang permak jeans keliling juga mulai langka. Mereka biasanya memodifikasi sepeda atau motor untuk membawa mesin jahit lengkap dengan meja kecil, lalu berkeliling dari satu kawasan ke kawasan lain.

Pakaian atau celana yang ingin dipermak bisa langsung dikerjakan di tempat dalam waktu singkat. Namun saat ini, banyak tukang permak memilih menetap di satu lokasi tetap. Selain lebih efisien, cara ini memudahkan pelanggan untuk menemukan jasa mereka tanpa harus menunggu tukang datang berkeliling.

Comments

Popular posts from this blog

Peran Google Maps Semakin Penting dalam Aktivitas Logistik dan Pengantaran

Pendidikan Karakter Di Kampus Menguatkan Nilai Mandiri Pada Mahasiswa

Peningkatan Kecepatan Respon Customer Service Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen